Saturday, May 16, 2015

16 Mei 2015

Dia berjalan diantara suara air terjun jatuh tak henti
Dibawah langit campuran warna biru tua dan putih
Diatas rumput campuran warna biru dan kuning, basah
Ternyata tadi memang hujan
Bukan dari langit, tapi dari mata, atau dari hati?
Dia terus berjalan saja
Bukan balapan mobil yang punya garis finish
Dia hanya berjalan saja
Sambil berharap tak ada malam
Sebab ia tak punya obor sebagai penerang
Yang ia punya hanya korek api
Yang sisa sebatang

Saturday, March 21, 2015

Peka

Hari ini, saya menyesalkan diri saya yang begitu peka, begitu peka lalu membuat skenario-skenario aneh dalam pikiran, memberi gelisah dalam hati.

Inilah cara saya menyakiti diri saya sendiri. Astaga, ini hanya dalam pikiranku atau memang rasa percaya ini yang perlahan memudar.

Wednesday, December 31, 2014

another new year's eve

halo, blog. kangen. my biggest weakness is i cant let go the past, i love to do throwing-back. and it is the key of nggak-bisa-move-on kinda thing.

btw, opening nya udah nggak jelas banget ya......................

ini ceritanya malem terakhir di 2014. nggak tau deh lagi ngerasa kenapa ini perasaannya kenapa ada yang bisa jelasin? it is just, i feel lonely. kalo ga sibuk baru berasa deh "dinda yang dulu" nya hahaha

well, no, alhamdulillah ada Allah yang selalu nemenin :) semoga 2015 lebih baik daripada 2014 :)

bismillah.

/lalu 2014 ditutup dengan postingan ga jelas ini/

Tuesday, November 18, 2014

...

YaAllah, bila kelak ia jodohku, dekatkanlah ia pada-Mu dahulu, baru padaku. Sebab aku ingin, bersamanya juga dapat membuatku lebih dekat lagi dengan-Mu.

Saturday, November 15, 2014

A?

Malam ini rintik rindu sudah bukan lagi rintik
Rintik nya banyak
Jadi deras

Sunday, October 26, 2014

The Rain Brings You Home

With eyes gazing unto the vast city
Her soul dances through the streets
Believing love brings no calamity
A beauteous paradise, she meets

Sound of footsteps echoed to the sky
The entire world was ready to cry
Nobody thought she wasn't alone
Thus, the rain brings her home

Clouds are starting to struggle wildly
When she reaches her hands into a raindrop
Every pair of eyes watched silently
Any heart wouldn't dare to interlope

She is the calm before the storm
She is peace within a life form
She was there when the lands reform
Because rain brings her home


Terima kasih, Awan Berhuruf. It means a lot to me, even though I was the one who asked you to make it, I didn't expect you would dive me this deep. And I dive this deep. #apasih :')

And one more thing, you're gonna be a successful writer, and I'm gonna be your very first fan, my brother from another mother.