Sunday, March 23, 2014

9/17


Can you please.. describe this picture? One word is enough. Please. Cause I can't.

Monday, March 10, 2014

10314

D: "Pah, Mah, doain ya."
P: "Doa yang paling mustajab itu kalo yang didoain nggak tau kalo dia didoain."
M: "Iya, pasti selalu didoain."

Rahmat Allah begitu banyak...

Saturday, January 18, 2014

Jakarta, Istirahatlah Sebentar


Entah sudah berapa hari Jakarta di guyur hujan. Kadang lebat, kadang gerimis kecil. Lebih sering datang tiba-tiba, tapi yang tiba-tiba belum tentu tidak memberi tanda kedatangannya, mungkin seperti langit yang selalu hitam. Sebab pukul  7 pagi di sini seperti pukul  5 subuh, seakan sudah biasa dengan macetnya Jakarta dalam remang. Memang, sesekali harus turun dari kendaraan menunggu hujan reda, karena naik mobil bisa saja tidak sampai tujuan tepat waktu.

Selalu ada yang kusenangi tentang menepi setelah perjalanan jauh meski dekat karena hujan menghampiri. Mendengar suaranya yang perlahan tetes memantul setelah menggapai tanah yang mereka tuju. Hujan membawa senyum. Baunya yang khas menjadi hal yang disukai si melankoli. Ada damai yang aneh. Damai yang tak bisa kudapatkan saat matahari menyengat. Semua orang disekelilingku dengan terpaksa beristirahat, keterpaksaan yang tepat, mengistirahatkan pikiran dari debu Jakarta yang terlalu banyak.


Jakarta, istirahatlah sebentar.

Monday, December 30, 2013

Hari Surya ☼

I catch ya, bloggie! Been busy as popcorn on a skillet with school and the other stuff that drive me insane. It's 5.30 in the morning finally I have at least a second to click the "new post" button, such a refreshment...

So honestly this is kinda late to share but also too cute to hide then I'm showing you guys my group's photo session for our year book event :-D it was couple weeks ago I don't clearly remember hehe.
Arsyad, Adi, Milla, & Dinda 

We got Hari Surya as the theme! HERE WE GO THE LOVELY DAY YAYYY!










I t ' s   a   w r a p !

Thursday, November 14, 2013

Friday, October 25, 2013

Intermezzo

Tidak seperih disunut rokok
Hanya seperti digigit semut merah
Menyisakan sedikit sesal yang belum bertemu akhirnya
Membuat dada terasa panas
Mengapa diri pernah mengabaikan yang memberi dengan sukarela
Tidak, mungkin hanya sedang rindu saja

Saturday, October 19, 2013

Apa iya?

Pagi ini saya berpikir tentang diri saya sendiri. Diri saya yang entah, mungkin terlalu suka menutup diri. Saya bukan tipe orang yang senantiasa menceritakan apapun yang ada didalam benak saya ataupun hati saya kepada orang lain. Seterbuka nya saya, hanya dalam kata-kata dengan makna tersirat yang saya tulis di jejaring sosial. Bila ada yang bertanya, mengapa? Hanya tidak apa-apa lah jawabannya.

Saya sudah biasa seperti ini, sampai saya merasa, ketika saya punya beban sebesar dunia dan tak membaginya, menjadi hal yang sah saja. Menangis? Sering. Apa yang dilakukan seseorang bila tak ada bahu untuk bersandar? Menumpahkan emosi dalam beberapa tetes air mata tentunya.

Terkadang saya pun bertanya-tanya, apakah saya yang terlalu suka menutup diri, atau memang dunia yang sengaja menutup pintunya agar saya tak bisa masuk? Bila memang yang kedua, apakah itu karena yang pertama? Bila memang yang pertama, apakah itu karena yang kedua? Tetap tak ada jawaban.