Wednesday, December 31, 2014

another new year's eve

halo, blog. kangen. my biggest weakness is i cant let go the past, i love to do throwing-back. and it is the key of nggak-bisa-move-on kinda thing.

btw, opening nya udah nggak jelas banget ya......................

ini ceritanya malem terakhir di 2014. nggak tau deh lagi ngerasa kenapa ini perasaannya kenapa ada yang bisa jelasin? it is just, i feel lonely. kalo ga sibuk baru berasa deh "dinda yang dulu" nya hahaha

well, no, alhamdulillah ada Allah yang selalu nemenin :) semoga 2015 lebih baik daripada 2014 :)

bismillah.

/lalu 2014 ditutup dengan postingan ga jelas ini/

Tuesday, November 18, 2014

...

YaAllah, bila kelak ia jodohku, dekatkanlah ia pada-Mu dahulu, baru padaku. Sebab aku ingin, bersamanya juga dapat membuatku lebih dekat lagi dengan-Mu.

Saturday, November 15, 2014

A?

Malam ini rintik rindu sudah bukan lagi rintik
Rintik nya banyak
Jadi deras

Sunday, October 26, 2014

The Rain Brings You Home

With eyes gazing unto the vast city
Her soul dances through the streets
Believing love brings no calamity
A beauteous paradise, she meets

Sound of footsteps echoed to the sky
The entire world was ready to cry
Nobody thought she wasn't alone
Thus, the rain brings her home

Clouds are starting to struggle wildly
When she reaches her hands into a raindrop
Every pair of eyes watched silently
Any heart wouldn't dare to interlope

She is the calm before the storm
She is peace within a life form
She was there when the lands reform
Because rain brings her home


Terima kasih, Awan Berhuruf. It means a lot to me, even though I was the one who asked you to make it, I didn't expect you would dive me this deep. And I dive this deep. #apasih :')

And one more thing, you're gonna be a successful writer, and I'm gonna be your very first fan, my brother from another mother.

Saturday, August 30, 2014

Escape

"You're always talking about escaping, aren't you?
Always thinking about it.
Always dreaming about it."



Thursday, August 21, 2014

Halo..

Yang terjauh,
di
tempat

"Does it bother you that we barely ever talk? Or is it just me?"

Disini,
yang mungkin dilupa, yang mungkin sedang rindu juga

#hehe

Sunday, August 17, 2014

Kangen

Selamat pagi menjelang siang. Tadi subuh gue ngeliat sebuah quotes di instagram, 
"The worst part of holding the memories is not the pain, it's the loneliness of it." 
Ah, sedih. Kamu sedih juga, nggak?

Huehe tiba-tiba gue keinget kelas. Kemarin gue abis cap tiga jari dan ambil ijazah ke sekolah. Lama banget gak ke sekolah. Nggak ada yang berubah, sih. Cuma mungkin karena hari Sabtu aja jadi sepi banget sekolah nya. Sadar atau nggak, baru sekarang gue ngerasa kangen banget sama sekolah, sama anak-anaknya, sama guru-gurunya, lingkungannya, segala hal yang gue lakuin selama SMA. Mungkin karena setahun terakhir terlalu sibuk mikirin: Mau kuliah dimana yaaa gue?

Gue kangen pake seragam SMA, setiap hari naik ke lantai 4 pagi-pagi, (kecuali kalo telat, ya entah disuruh lari atau jalan jongkok), terus nyampe kelas pasti yang cowok lagi pada main game di komputer. Terus istirahat, dan kalau ke kantin mesti ngajak temen buat nemenin karena jauh nya 4 lantai. Bakso Bude, Bulay, Crepes, Katsu, Kwetiaw. Gue kangen banget ribut-ributnya kelas kalo ada guru, nggak ada guru. Kalo Mr. Nick ngajar, terus "Tally!" kalo ada yang ngomong pake bahasa Indonesia. Kangen kalo Sir Hario ngajar terus semua ceng-cengin Jovi sama Sie Hario. WKWK.

Kangen Mr. E, Ma'am Ratna, Ma'am Anggun, semuanya!! Pak Ridnan... Ma'am Sari, Pak Iding yang waktu kelas 11 kalo ngajar malah ngasih motivasi mulu. Mr. Frans yang waktu kelas 10 suka ngadain game tebak lagu dan gue yang menang mulu HAHA. Sir Sapto!!! Wcwc. Kangen lab inter juga. Waktu itu kita nonton The Voice di Youtube yang Giring nya kocak banget kita ampe ngakak sampe nangis. 

Lebih kangen lagi kalo udah ada yang bawa gitar di kelas, entah Ray, Adi, atau Joddy, terus kita nyanyi-nyanyi bareng di kelas. Tak Pernah Setengah Hati, I Will Fly, Untitled. Kalo Don-Joddy udah sok-sokan ngamen. Kalo yang cowok pada nyanyi..... "Tujuh Belas, tahun empat lima........"

Ngomong-ngomong gitar, gue inget waktu itu ada yang bawa gitar hari Jumat, waktu sore nya kita mau ke Puncak. Astaga.. Itu kelas satu. Kaya baru kemaren aja. Waktu itu kita lagi struggling buat IGCSE. Jadi niatnya sih di Puncak belajar gitu sama guru-gurunya. Yaaaaaaa.

Kangen waktu kelas 3 pada sholat Dhuha di kelas terus wudhu nya di wastafel depan kelas lalu dimarahin Pak Darmin karena banjir :(

Kangen kalo kita suka ngerasa di rasis-in sama yang lain kalo kita inter (HUFT) tapi malah kita bawa ngakak aja. Ada aja yang di dibikin lucu sama anak-anak. Kangen suasana kelasss banget. Ketawanya Amie, gabisa diem-nya Narat. Risca yang tidur mulu. Nuvi yang gabisaaa move-on dari Don huft. Arsad na juga. Dito yang suka nyetel lagu pake speaker. Haduh. Marsha-Mayra yak tak terpisahkan. Ncal-Windy juga. Milla, Dhea-Anas-teman GO-ku (gue inget banget Dhea dibilangin kaki nya bau sama Risca percaya ajah :(), Ci-Lou sahabat YC gue, Huda Aldy Raja semuanyaaa. Sebutin semuanya aja lah YHA :"D

Kangen Tanjung Lesung. Dufan. Kangen Beijing. Kangen. Beijing udah setahun lalu loh.. *backsound: Summer Love - One Direction*. Huhu kangen ke Bandung. Kangen kelaaaaaaaaas (kedua kalinya). Kangen Musikalisasi Puisiiii!!!! OMG :( latian nya loh di kelas... 

Kangen kalo kita ada masalah di kelas terus kita bikin forum dikelas bikin lingkaran gedeee terus curhat, ada yang curhat maksudnya.

(Maaf ya ini ngomonginnya kelas mulu abis sama mereka 3 tahun sih :( dulu pernah sih mau dipisah tapi ngga jadi HEHE if you know what I mean.)

Ah, iya.
Kangen YC juga, kemaren gue baru liat cuplikan rehearsal nya buat next concert. Dan gue baru sadar gue udah gak YC setahun terakhir. Yaampun dulu waktu mau lomba ke Barcelona mesti latian ampe jam 7 malem di sekolah. Kangen ngga sih? Dan kemarin baru aja diadain audisi buat 78 2017, gue 2014. 3 tahun? Cepet banget.

FG. Stupa. Ulang Tahun Sekolah. Bulan Bahasa. BTS. Wisuda. Prom.

Aduh, rasanya gue mau ngupload semua foto 3 tahun ini ke satu post ini cuma ya kaleee. 

Haha kangen nih :( gimana dong :( ada obat nya ngga sih kalo kangen gini?

Saturday, August 2, 2014

A Super-Random Post: Hujan/Galau/Nostalgia?

Hello, bloggers. Sekarang Dinda lagi di Samarinda dan sekarang pukul 6 lewat 8 di pagi hari. Jadi yang menginspirasi gue untuk membuat satu post hari ini adalah, terima kasih kepada, hujan kali ini.
This post is gonna be short anyway :"). Gue juga nggak tau point gue ngepost ini apa, tema post kali ini apa... Yang jelas udah lama nggak nge-post random kaya gini. He he. So if you have another thing to do, it's better to close this page and leave :P

Ya anyway, sekarang lagi hujan. Gue inget beberapa tahun lalu, saat gue masih hidup di tempat ini, di kamar ini tiap hari. Kalau hujan, gue langsung buka pintu balkon, diem bentar, ambil kamera, foto. Kenapa ya... Gue ngerasa setiap moment dulu itu harus diabadiin karena nggak terjadi dua kali. Walaupun waktu itu hujan juga sering sih di Samarinda :') hehehe.

Setelah itu, gue buka laptop. Gue selalu nyalain lagu yang dulu playlist nya gue namain "My Favorite Songs". (Btw laptop gue yang ini udah gatau apa kabarnya). Lagunya seinget gue ada: With You, Sahabat Kecil, You Can, Pelang di Bola Matamu (?), ya dan banyak lagi. Bahkan sampai sekarang, kalo gue tiba tiba denger salah satu lagu di playlist gue itu, gue kaya lagi flashback di kamar ini, dengan euphoria yang sama, rasanya kaya balik lagi ke tahun tahun lalu. Dan langsung galau... Maafin Dinda yang terlalu sering galau karena suka flashback sendiri. Galaunya apa ya, kadang gue mikir kalo masa-masa itu ga akan dateng lagi. Cause we grow up, people grow up. We leave, people leave. "Now I know why Peter Pan didn't wanna grow up." Ya intinya this is also why I do really love old songs. ^^ #ngganyambung

Pernah nggasih kepikiran bahwa saat kita tumbuh besar nanti, perlahan-lahan kita akan meninggalkan apa yang kita suka dengan terpaksa karena keadaan. Frekuensi dengerin lagu, baca novel, nonton film, akan jauh berkurang. Frekuensi cerita sama temen-temen juga akan hilang perlahan. I just can't imagine.

Ok.. This post is getting more pointless so have a nice holiday people people and people! And, I miss you, my blog.

Salam,
Adhindha Firdausa R ( I used to do this to my posts :P)

Wednesday, June 25, 2014

Nulis nggak harus cerita nyata, iya?

Kita akan selalu begini saja, sebab kamu ada namun semu, mengerti? Selamanya aku hanya mampu berpura-pura bahwa aku tak butuh. Entahlah, kamu selalu disini namun selalu untuknya, yang entahlah, siapa.

Sunday, May 25, 2014

Sapardi Djoko Damono: Kukirimkan Padamu

Kukirimkan padamu kartu pos bergambar, istriku.

Par avion: sebuah taman kota, rumputan dan bunga-bunga, bangku dan beberapa orang tua, burung-burung merpati dan langit yang entah batasnya.
Aku, tentu saja, tak ada di antara mereka.
Namun ada.
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Sunday, March 23, 2014

9/17


Can you please.. describe this picture? One word is enough. Please. Cause I can't.

Monday, March 10, 2014

10314

D: "Pah, Mah, doain ya."
P: "Doa yang paling mustajab itu kalo yang didoain nggak tau kalo dia didoain."
M: "Iya, pasti selalu didoain."

Rahmat Allah begitu banyak...

Saturday, January 18, 2014

Jakarta, Istirahatlah Sebentar


Entah sudah berapa hari Jakarta di guyur hujan. Kadang lebat, kadang gerimis kecil. Lebih sering datang tiba-tiba, tapi yang tiba-tiba belum tentu tidak memberi tanda kedatangannya, mungkin seperti langit yang selalu hitam. Sebab pukul  7 pagi di sini seperti pukul  5 subuh, seakan sudah biasa dengan macetnya Jakarta dalam remang. Memang, sesekali harus turun dari kendaraan menunggu hujan reda, karena naik mobil bisa saja tidak sampai tujuan tepat waktu.

Selalu ada yang kusenangi tentang menepi setelah perjalanan jauh meski dekat karena hujan menghampiri. Mendengar suaranya yang perlahan tetes memantul setelah menggapai tanah yang mereka tuju. Hujan membawa senyum. Baunya yang khas menjadi hal yang disukai si melankoli. Ada damai yang aneh. Damai yang tak bisa kudapatkan saat matahari menyengat. Semua orang disekelilingku dengan terpaksa beristirahat, keterpaksaan yang tepat, mengistirahatkan pikiran dari debu Jakarta yang terlalu banyak.


Jakarta, istirahatlah sebentar.